jOoLLyJoYboOm

semua bunga esok hari ada dalam benih hari ini. semua hasil esok ada dalam pikiran hari ini. ~Aristoteles~

KOMUNIKASI (PERILAKU ORGANISASI)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar belakang

Mungkinkah kesalahpahaman dalam memahami kata-kata secara harfiah berarti perbedaan antara hudup dan mati? Hal ini bisa terjadi di bisnis penerbangan . sejumlah kecelakaan penerbangan diketahui berkaitan dengan masalah komunikasi. Oleh sebab itu maka disini kami akan menguraikan betapa pentingnya sebuah komunikasi yang baik. Dalam dunia bisnis dan organisasi pun komunikasi adalah kunci utama keberhasilan akan sebuah maksud dan tujuan yang dituju.

Komunikasi juga berhubungan dengan kepuasan karyawan. Yaitu semakin sedikit ketidak pastian, semakin besar kepuasan. Penyimpangan, ambiguitas, dan ketidaksesuaian dalam komunikasi meningkatkan ketidak pastian, dan dengan demikian berdampak negative terhadap kepuasan.


 

1.2    Rumusan Masalah

Disini, kami dari kelompok 1 akan membahas mengenai komunikasi dimana kita akan membahas beberapa kajian yang ada, diantaranya :

1.    Mendeskripsikan proses komunikasi

2.    Membandingkan kekuatan dan kelemahan komunikasi oral dengan tertulis.

3.    Membandingkan efektivitas jaringan rantai, roda, dan semua saluran.

4.    Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemakaian rumor.

5.    Mendiskusikan bagaimana teknologi berbantuan computer mengubah komunikasi organisasi.

6.    Menjelaskan pentingnya saluran yang kaya dalm meningkatkan efektifitas komunikasi.

7.    Mengidentifikasi berbagai hambatan umum dari komunikasi yang efektif.

8.    Mendeskripsikan potensi masalah dalam komunikasi lintas cultural.

Untuk itu kami mencoba membahas kajian diatas serta mencoba memecahkan beberapa kasus yang akan kami munculkan dalam makalah ini.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA


 

2.1    Mendeskripsikan Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah langkah-langkah di antara seorang sumber dan penerimanya yang menghasilkan transfer dan pemahaman makna. Pesan tersebut disampaikan dari seorang pengirim kepada seorang penerima. Ia disandikan dengan cara diubah menjadi suatu bentuk simbolis dan dialihkan melalui perantara (saluran) kepada penerima, yang lalu menerjemahkan ulang (membaca sandi ) pesan yang diberikan pengirim.


 

Keterangan:

    Pengirim mengirimkan sebuah pesan dengan cara menyandikan pemikiran.

    Saluran merupakan perantara yang dipakai pesan dalam menempuh perjalanan:

o    Saluran formal adalah saluran-saluran komunikasi yang diciptakan oleh sebuah organisasi untuk menyampaikan pesan-pesan yang berhubungan dengan aktivitas profesional para anggotanya.

o    Saluran informal adalah saluran komunikasi yang diciptakan secara spontan dan muncul sebagai tanggapan terhadap pilihan-pilihan individual.

    Penerima adalah objek yang menjadi sasaran dari pesan itu, tetapi sebelum pesan tersebut dapat diterima symbol-simbol didalamnya harus diterjemahkan menjadi bentuk yang dapat dipahamni oleh penerima.langkah ini, disebut penerjemahan sandi dalam pesan.

    Gangguan mewakili berbagai hambatan komunikasi yang mengacaukan kejelasan pesan. Mata rantai terakhir dalam proses komunikasi adalah lingkaran umpan balik.

    Umpan balik adalah sarana pengecekan mengenai seberapa berhasilkah kita telah menyampaikan pesan kita seperti yang dimaksudkan pada awalnya.


 


 

    Arah komunikasi

Komunikasi tersebut dapat mengalir secara vertical atau horizontal.

1.    Dimensi vertical dapat dibagi menjadi aliran komunikasi ke bawah dan keatas:

    Ke bawah, komunikasi yang mengalir dari satu tingkatan dalam kelompok atau organisasi ke tingkatan yang lebih rendah.

    Ke atas, komunikasi ke atas mengalir menuju tingkatan yang lebih tinggi, dalam suatu kelompok atau organisasi. Komunikasi ini digunakan untuk memberikan umpan balik kepada orang-orang yang memegang kekuasaan, memeberi mereka informasi mengenai proses pencapaian tujuan dan menyamapaikan masalah-masalah terkini.

2.    Horizontal, ketika komunikasi terjadi antar anggota dari kelompok kerja yang sama, di antara anggota dari kelompok kerja pada tingkatan yang sama , antarmenejer pada tataran yang sama, atau diantara individu-individu yang setara secara horizontal.

Mengapa komunikasi horizontal tetap dibutuhkan ketika komunikasi vertical yang efektif dalm sebuah kelompok atau organisasi sudah tercipta? Jawabanya adalah bahwa komunikasi horizontal sering kali dibutuhkan unutk menghemat waktu dan membantu koordinasi.

2.2     Membandingkan Kekuatan dan Kelemahan Komunikasi Oral dengan Komunikasi Tertulis

    Komunikasi Antarpersonal terdiri dari :

    Komunikasi Lisan

o    Kekuatan komunikasi lisan terdapat pada kecepatan dan umpan baliknya. Suatu pesan verbal dapat disampaikan dan jawabanya bisa diterima dalam waktu yang singkat.

o    Kelemahan terbesar dari komunikasi lisan terdapat dalam organisasinya atau ketika pesan tersebut harus disampaikan melalaui sejumlah orang. Semakin banyak orang yang harus dilalui oleh sebuah pesan, semakin besar kemungkinan penyimpanganya.

    Komunikasi Tertulis,

o    Kekuatan komunikasi tertulis adalah cara ini mudah dan bisa diversifikasi. Pesan dalam bentuk cetakan membuat pengirim maupun penerima memiliki dokumentai tersebut; dan pesan itu dapat di simpan selama waktu yang tak terhingga.

o    Kelemahannya, komunikasi ini memakan waktu. Meskipun komunikasi tertulis bisa jauh lebih cermat, tetapi komunikasi tulisan juga dapat menghabiskan lebih banyak waktu.

    Komunikasi Nonverbal, komunikasi nonverbal meliputi : gerakan tubuh, intonasi, mimik wajah, dan jarak fisik antara pengirim dan penerima pesan.

o    Komunikasi non verbal bisa menyampaikan hal-hal penting.misalnya: Bahasa tubuh memiliki arti sejauh mana individu menyukai orang lain dan tertatik pada pandanganya dan status relatif yang dirasakan antara pengirim dan penerima.

o    Tetapi kelemahnannya, bahasa tubuh sering kali memperumit komunikasi verbal.


 

2.3    Membandingkan Efektivitas Jaringan Rantai, Roda, dan Semua Saluran

    Jaringan rantai secara kaku mengikuti rantai komando formal. Jaringan ini mewakili saluran-saluran komunikasi yang dapat anda temui dalam suaru organisasi tiga tingkat yang kaku. Efektivitas jaringan rantai adalah yang paling pas jika akurasi menjadi titik fokus anda.

    Jaringan roda bergantung pada satu figur sentral yang bertindak sebagai perantara komunikasi antara semua kelompok.Jaringan roda merupakan contoh dari jaringan komunikasi yang akan anda temukan pada sebuah tim dengan posisi seorang pemimpin yang kuat. Efektivitas struktur roda memfasilitasi munculnya seorang pemimpin.

    Jaringan seluruh saluran memungkinkan semua anggota kelompok untuk saling berkomunikasi secara aktif. Dalam praktiknya, jaringan ini sangat sering dikaitkan dengan tim-tim yang otonom, di mana semua anggota kelompok bebas untuk berkontribusi dan tidak ada orang yang memegang peran pemimpin. Efektivitas jaringan seluruh saluran adalah pilihan yang terbaik bila Anda mementingkan kepuasan anggota.


 

2.4    Mengidentifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemakaian Rumor

    Jaringan komunikasi informal

        Sistem formal buknlah satu-satunya jaringan komunikasi dalam sebuah kelompok atau organisasi. Ada pula jaringan informal yang disebut desas-desus. Desas- desus adalah jaringan komunikasi informal organisasi. Desas-desus memiliki tiga karakteristik utama yang menjadi faktor-faktor yang dapat memengaruhi adanya pemakaian rumor:

-    Hal ini terjadi karena tidak adanya kontrol dari manajemen.

-    Oleh sebagian besar karyawan, desas-desus dipandang lebih dapat dipercaya dan diandalkan daripada komunike-komunike formal yang dikeluarkan oleh menejemen puncak.

-    Desas-desus digunakan untuk memuaskan kepentingan pribadi orang-orang didalamnya.

Desas-desus merupakan salah satu bagian penting dari jaringan komunikasi kelompok atau organisasi mana pun dan hal itu mesti dipahami. Desas-desus membuat para menejer dapat merasakan moril organisasi mereka, mengidentifikasi memahami kekhawatiran para karyawan.


 

2.5     Mendiskusikan Bagaimana Teknologi Berbantuan Komputer Mengubah Komunikasi Organisasi

Komunikasi berbasis komputer terdiri dari :

    E-mail.

Mengubah komunikasi organisasi secara dramatis contohnya email dapat mengurangi jumlah memo, surat, dan panggilan telepon yang pada masa lalu digunakan untuk berkomunikasi diantara mereka senridi dengan para pemasok, pelanggan atau pihak-pihak yang berkepentingan lain.

    Pesan instan
/ Instant Messaging. Merupakan sebuah cara yang cepat dan murah bagi para menejer untuk tetap berhubungan dengan para karyawan dan bagi karyawan untuk tetap berhubungan satu sama lain tanpa dibatasi oleh jarak.

    Koneksi internet dan ekstranet.

Dengan menggunakan intrnet perusahaan, dapat melakukan tukar menukar ide mengenai semua hal dari bagaimana untuk mempertahankan karyawan hingga cara untuk bekerja lebih cepat tanpa menurunkan kualitas.

Dengan ekstranet perusahaan mampu menghubungkan karyawan-karyawan internal dengan pemasok, pelanggan, dan rekan strategis tertentu.

    Konferensi Video. Sistem ini memungkinkan para karyawan dalam sebuah oeganisasi untuk mengadakan pertemuan dengan orang yang berada di lokasi yang berlainan.


 

2.6    Menjelaskan pentingnya saluran yang kaya dalam meningkatkan efetivitas komunikasi

Kekayaan saluran adalah jumlah informasi yang dapat disampaikan selama satu episode komunikasi. Artinya hal ini menawarkan lebih dari satu petunjuk informasi (kata-kata, postur, mimik wajah, sikap, intonasi) Beberapa saluran kaya memiliki kemampuan untuk:

1)    Menangani lebih dari satu petunjuk pada waktu bersamaan,

2)    Memfasilitasi umpan balik yang cepat

3)    Bersifat sangat pribadi

Dengan kekayaan saluran Para menejer dapat secara efisein mengomunikasikan pesan-pesan rutin melalui berbagai saluran yang lebih miskin (melalui email) tetapi, mereka hanya bisa mengomunikasikan pesan-pesan tidak rutin secara efektif melalui saluran-saluran komunikasi yang kaya.

        Para eksekutif ini mengandalkan saluran komunikasi yang lebih kaya untuk menyampaikan berbagai pesan yang ambigu yang perlu merfeka sampaikan. Contohnya pasa saat perusahaan mengadakan pemberhentian besar-besaran, melakukan konsolidasi, dan memperkenalkan produk.

2.7 Mengidentifikasi berbagai hambatan umum dari komunikasi yang efektif

Ada beberapa hambatan yang berpotensi memperlambat atau menyimpangkan komunikasi yang efektif. Yang terdiri dari :

    Penyaringan. Manipulasi informasi oleh pengirim sehingga akan lebih nyaman bagi pihak penerima. Faktor utama dari penyaringan adalah jumlah tingkatan vertikal dalam hierarki organisasi, semikin banyak kesempatan terjadinya penyaringan.

    Persepsi Selektif. Persepsi selektif kembali muncul di sini karena penerima, dalam proses komunikasi, secara selektif melihat dan mendengar berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar belakang, dan karakteristik pribadi mereka yang lain.

    Kelebihan Informasi. Adalah suaru kondisi dimana aliran informasi yang masuk melebihi kapasitas pemrosesan seorang individu. Apabila seseorang memiliki lebih banyak informasi, mereka cenderung untuk mengabaikan, mengalihkan, atau melupakan informasi tersebut.

    Emosi. Apa yang tengah dirasakan penerima ketika menerima suatu komunikasi akan memengaruhi cara ia menerjemahknya. Pesan yang sama yang diterima pada saat anda marah atau bingung tak jarang diterjemahkan secara berbeda dari ketika anda sedang bahagia. Dalam keadaan seperti itu kita cenderung mengabaikan proses pemikiran rasional dan objektif kita serta menggantikanya dengan penilaian emusional.

    Bahasa. Kata-kata bisa memiliki arti yang berbeda untuk orang yang berbeda. Umur, pendidikan, dan latar belakang kultural adalah tiga variabel menonjol yang memengaruhi bahasa yang digunakan seseorang dan definisi yang ia berikan pada kata-kata.

    Kesulitan Komunikasi. Adalah ketegangan dan kegelisahan yang tidak semestinya terkait komunikasi lisan, komunikasi tertulis, atau keduanya.

        Isu-isu terkini dalam komunikasi dapat menjadi hambatan bagi komunikasi yang efektif antara lain terdiri dari :

    Hambatan – hambatan komunikasi antara perempuan dan laki-laki

        Kajian klasik yang dijalankan oleh Deborah Tannen memberi kita beberapa wawasan penting mengenai perbedaan antara kaum perempuan dengan laki-laki dalam hal gaya percakapan mereka. Secara khusus, Tannen mampu menjelaskan mengapa gender sering kali menciptakan hambatan komunikasi lisan.

        Intisari dari riset Tannen adalah bahwa kaum laki-laki menggunakan pembicaraan untuk menekankan status. Sementara kaum perempuan menggunkanya untuk menciptakan koneksi. Kesimpulan ini tentu saja tidak dapat diterapkan pada setiap laki-laki atau setiap perempuan. Seperti dinyataknnya, generalisasinya adalah bahwa " suatu persentase yang tinggi dari kaum perempuan atau laki-laki sebagai sebuah kelompok berbicara dengan cara tertentu, atau perempuan dan laki-laki secara individual lebih berkemungkinan untuk berbicara dengan satu cara tertentu atau dengan cara lainya. "

Sikap diam sebagai komunikasi

        Sikap diam bisa berarti seseorang merasa khawatir dan takut unutk berbicara. Sikap diam dapat menunjukan sinyal persetujuan, perbedaan pendapat, frustasi, atau kemarahan. Ketidakmampuan untuk secara cermat memerhatikan dan memahami sikap diam dalam sebuah percakapan dapat mengakibatkan hilangnya satu bagian vital dari pesan. Para komunikator yang cerdas tak akan melewatkan kesenjangan, jeda. Dan keragua-keraguan yang muncul.

Komunikasi yang "benar secara politik"

    Kita harus sensitif terhadap perasaan orang lain. Kata-kata tertentu dapat menstereotipkan, mengintimidasi, dan menghina orang lain. Dalam suatu angkatan kerja yang semakin beragam, kita mesti peka terhadap bagaimana kata-kata bisa menyinggung perasaan orang lian. Namun, ada satu sisi buruk dari kebenaran politis. Kebenaran politis memperumit perbendaharaan kata kita, makin mempersulit orang untuk berkomunikasi. Untuk mengilustrasikanya, anda mungkin mengetahui arti dari ketiga istilah berikut ini : sampah, kuota, dan perempuan.

        Tetapi, setiap kata ini juga dapat didapati bisa menyinggung perasaan satu kelompok tertentu atau lebih. Kata-kata ini telah diganti dengan istilah seperti material sisa pascakonsumsi, ekuitas edukasional, dan kaum gender. Malahnya adalah bahwa kelompok istilah yang disebut terakhir ini memiliki kemungkinan kurang bisa menyampaikan pesan bila dibandingkan kata-kata yang mereka gantikan.

2.8    Mendeskripsikan potensi masalah dalam komunikasi lintas kultural

Komunikasi yang efektif sulit dicapai bahkan dalam kondisi yang ideal. Berbagai faktor lintas kultural jelas-jelas meningkatkan potensi masalah komunikasi. Yang terdiri dari :

    Hambatan –hambatan kultural

        Seorang pengarang menemukan empat masalah khusus yang terkait dengan kesulitan-kesulitan bahasa dalam komunikasi lintas kultural.

1)    Hambatan yang disebabkan semantik, kata –kata memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.

2)    Hambatan yang disebabkan oleh konotasi kata, kata-kata menyiratkan hal yang berbeda dalam bahasa yang berbeda.

3)    Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan nada bicara, dalam beberapa kultur, bahasa bersifat formal, sementara dalam kultur lain informal.

4)    Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan persepsi, orang yang berbicara dengan bahasa yang berbeda sebenarnya memandang dunia dalam cara yang juga berbeda.


 

    Konteks kultural

        Pemahaman yang lebih baik atas hambatan-hambatan kultural ini dan berbagai impilikasinya terhadap komunikasi lintas kultural dapat dicapai dengan cara memerhatikan konsep kultur konteks tinggi dan rendah.

        Kultur konteks tinggi adalah kultur yang sangat mengandalkan petunjuk-petunjuk nonverbal dan situasional yang halus ketika berkomunikasi dengan orang lain. Kultur konteks rendah adalah kultur yang sangat mengandalkan kata-kata untuk menyampaikan makna dalam komunikasi.

    Sebuah panduan kultural

        Anda mungkin akan menjumpai lebih sedikit kesulitan jika orang tersebut datang dari konteks kultural yang mirip dengan anda. Selain itu, keempat panduan berikut kiranya membantu:

1.    Asumsikan perbedaan hingga kesamaam ditemukan.

2.    Tekankan deskripsi alih-alih interprestasi atau evaluasi.

3.    Praktikan empati.

4.    Perlakukan interprestasi anda sebagi hipotesis kerja.


 

BAB III

KASUS

PERTANYAAN UNTUK BERFIKIR KRITIS

1.    "komunikasi yang tidak efektif merupakan kesalahan si pengirim." Setuju atau tidak setujukah anda dengan peryataan tersebut?. Jelaskan


 

    Tidak setuju. Ketidakefektifan komunikasi dapat diakibatkan oleh berbagai macam hambatan, meliputi: masalah persepsi, muatan informasi yang berlebihan, atau perbedaan cultural


 

2.    Apakah yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kemungkinan bahwa komunikasi anda akan diterima dan dipahami seperti yang anda inginkan?


 

    Memahami lawan bicara anda(umur, pendidikan, latar belakang kultural)

    Menggunakan bahasa/kata yang lazim atau mudah dimengerti


 

3.    Bagaimanakah para manajer dapat memanfaatkan cara desas-desus demi keuntungan mereka?

    manajer dapat memanfaatkan desas-desus dengan membuat desas-sesus dikalangan karyawan untuk tujuan-tujuan tertentu , seperti melakukan suatu pernyataan kepada seorang karyawan yang dianggap vokal dikalangan karyawan, dengan begitu desas-sesus dikalangan karyawan dapat mungkin terjadi.

4.    Menggunakan konsep kekayaan saluran, berikan contoh-contoh pesan yang paling baik disampaikan melalui e-mail, komunikasi tatap muka, dan pada papan buletin perusahaan.


 

    Pesan e-mail: melalui tulisan atau symbol

    komunikasi tatap muka: melalui komunikasi lisan/kata-kata dan biasanya dengan komunikasi nonverbal seperti bahasa tubuh atau gerakan tubuh.


 

5.    "sebagian besar orang adalah pendengar yang buruk." Setuju atau tidak setujukah anda dengan peryataan tersebut. Beri penjelasan pada pendapat anda?


 

    Tidak setuju, bukan karena sebagian orang adalah pendengar yang buruk, melainkan bagaimana cara penyampaian komunikasi kita yang kurang baik.

    Dimana komunikasi yang baik terletak pada kecepatan dan umpan baliknya, jika komunikasi tersebut baik maka akan timbul respon yang cepat dari lawan bicara.


 

Dilema Etika

MENDEFINISIKAN BATASAN-BATASAN TEKNOLOGI

Anda bekerja untuk sebuah perusahaan yang tidak memiliki kebijakan khusus mengenai pemakaian computer dan internet yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Perusahaan juga tidak memiliki alat-alat pemantau elektronik untuk mengatur dan menentukan apa yang dilakukan para karyawan dengan computer mereka. Apakah ada diantara tindakan-tindakan berikut yang tidak etis? Jelaskan pendapat anda untuk setiap poin:

a.    Menggunakan system e-mail perusahaan untuk keperluan pribadi selama hari kerja.

b.    Bermain permainan computer selama hari kerja.

c.    Menggunakan computer kantor Anda untuk melakuka belanja melalui Internet selama hari kerja.

d.    Mencari pasangan di sebuah situs web layanan kencan di internet selama hari kerja.

e.    Mengunjungi situs web "dewasa" dengan computer kantor selama hari kerja.

f.    Semua aktifitas tersebut dilakukan sebelum atau sesudah jam kerja normal.

g.    Bagi para telekomuter yang bekerja dari rumah, menggunakan computer dan akses Internet yang disediakan dan dibayar oleh pemberi kerja anda untuk mengunjungi situs belanja atau layanan kencan di internet selama jam kerja normal.


 

JAWABAN UNTUK DILEMA ETIKA :

a.    Menggunakan system e-mail perusahaan untuk keperluan pribadi selama hari kerja.

    Hal ini tidak etis dilakukan karena e-mail pun bila kita tidak dapat menggunakannya secara bijak, justru akan menjadi pengganggu bagi aktivitas kerja. Dan tentunya system e-mail perusahaan ini harusnya dipakai oleh karyawan untuk keperluan perusahaan, bukan untuk keperluan individu.

b.    Bermain permainan computer selama hari kerja

    Bermain permainan dalam computer memang berguna untuk menghilangkan stress ketika bekerja, namun yang menjadi masalah apabila karyawan bermain computer selama hari kerja, hal ini yang menjadi tidak etis. Baiknya karyawan bermain permainan computer ketika waktu luang atau istirahat saja.

c.    Menggunakan computer kantor untuk melakukan belanja melalui internat selama hari kerja

    Hal ini pun tidak etis. Seharusnya penggunaan computer kantor untuk kepentingan kantor pula. Belanja melalui internet apalagi selama hari kerja akan sangat mengganggu aktivitas kerja dan mengurangi konsentrasi kita pada pekerjaan.

d.    Mencari pasangan di sebuah situs Web layanan kerja selama hari kerja

    Tidak etis, karena hal-hal pribadi sebaiknya dilakukan tidak pada hari kerja.

e.    Mengunjungi situs Web "dewasa" dengan computer kantor anda selama hari kerja

    Hal ini tidak etis dan sangat mengganggu aktivitas kerja dan mengurangi konsentrasi kita pada pekerjaan.

f.    Semua aktivitas tersebut dilakukan sebelum atau sesudah jam kerja normal

    Apabila hal-hal diatas dilakukan diluar jam kerja, mungkin boleh saja dilakukan. Yang penting tidak menggangu aktivitas kerja dan tidak menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi yang berlebihan.

g.    Bagi para telekomuter yang bekerja dari rumah, menggunakan computer atau internet yang disediakan dan dibayar oleh para pemberi kerja anda untuk mengunjungi situs belanja atau layanan kencan di internet selama jam kerja normal.

    Tidak etis, perusahaan memberi fasilitas kepada karyawannya untuk digunakan sesuai dengan keperluan, yaitu keperluan urusan kantor. Bila fasilitas yang diberi oleh kantor kita salahgunakan, maka tentunya akan merugikan perusahaan dan secara tidak langsung berdampak rugi pula pada kita.


 

STUDI KASUS

JAMES W. CARUSO MEMILKI MASALAH KOMUNIKASI


 

James W. Caruso hanya memiliki empat orang karyawan di perusahaan hubungan masyarakatnya, MediaFirst PR, Atlanta. Tetapi, ia tampaknya telah berhasil dalam mengasingkan mereka.

Menurut para karyawannya, Caruso, 47, adalah seorang pria brilian yang memiliki banyak hal untuk dipelajari agar bisa menjadi seorang komunikator yang lebih baik. Gaya komunikasinya terus-menerus menjadi sumber konflik di perusahaannya. Caruso mengakui bahwa ia memiliki masalah. "saya mungkin kurang bisa memberikan pujian secara verbal (sebagaimana yang seharusnya) ketika seseorang melakukan suatu pekerjaan dengan baik. Saya adalah orang yang sangat prcaya diri. Saya tidak butuh untuk diberitahu jika saya melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi ada orang yang membutuhkannya.

Para karyawan Caruso bisa dengan mudah mendaftar hal-hal yang telah dilakukannya yang mengganggu mereka. Ia tidak memenuhi tenggat waktu, ia melakukan pekerjaan yang buruk dalam berkomunikasi dengan klien (yang seringkali menempatkan posisi karyawan di tempat yang tidak nyaman), ia tidak sepenuhnya mendengarkan ide-ide karyawan sebelum menyuruh karyawan itu pergi, nada bicaranya seringkali terdengar merendahkan, dan ia seringkali cepat mengkritik karyawan dan kikir dalam memberikan pujian.

Pertanyaan

1.    Banyak atasan dituduh menjadi "komunikator yang buruk". Menurut anda mengapa hal ini terjadi?

2.    Pesan apa yang terkandung dalam kasus tersebut terkait hubungan antara teori pujian dan komunikasi?

3.    Apakah hal khusus yang menurut anda perlu dilakukan Caruso untuk memperbaiki keterampilan komunikasinya?

4.    Dengan mengasumsikan bahwa Caruso ingin memperbaiki diri, bagaimanakah anda akan membantunya agar ia belajar menjadi seorang komunikator yang baik?


 

Jawaban Studi kasus :

1.    Menurut kami, karena mungkin banyak atasan pintar dalam konsep keilmuannya, tetapi kurang cerdas dalam berkomunikasi. Berdasarkan kasus Caruso kita dapat melihat atasan dituduh menjadi komunikator yang buruk karena adanya beberapa masalah di diri atasan tersebut. seperti, atasan kurang dapat memberikan pujian secara verbal kepada bawahannya dan juga karena dia berfikir secara proyeksi terhadap bawahannya. Yaitu dimana dia merasa sangat percaya diri dan tidak butuh diberi tahu jika dia melakukan pekerjaan dengan baik, maka dia beranggapan kepada bawahanya pun sama, padahal perilaku seperti itu sangat salah. Dapat juga dipastikan bahwa atasan tersebut tidak memahami secara baik prinsip-prinsip dan konsep komunikasi yang baik dalam organisasi maupun hubungan individual sehingga dianggap sebagai komunikator yang buruk.

2.    Jadi hubungannya adalah pujian merupakan factor penting dalam kesuksesan berkomunikasi. Pujian (penghargaan) sebenarnya adalah hal yang paling utama untuk dapat memotivasi karyawannya. Sehingga apabila seorang atasan kikir dalam memberikan pujian, hal itu dapat membuat komunikasi antara atasan dan karyawan menjadi buruk. Oleh sebab itu atasan haruslah dapat memberikan pujian (penghargaan) kepada karyawannya agar komunikasi antara karyawan dengan atasan dapat berjalan baik dan karyawan dapat termotivasi sehingga dapat memberikan umpan balik yang lebh baik kepada atasannya.

3.    Berdasarkan masalah yang dimiliki oleh Caruso, hal khusus yang harus dilakukan unuk memperbaiki keterampilan berkomunikasinya adalah mulailah untuk dapat memberikan pujian verbal kepada para karyawannya, berusahalah untuk respect terhadap karyawannya, dan muailah untuk dapat mendengarkan masukan dari orang lain baik itu merupakkan bawahannya, dan berbicaralah tanpa cela kepada para karyawannya sehingga dengan begitu Caruso dapat melakukan komunikasi yang lebih baik dari sebelumnya.

4.    Jika Caruso ingin memperbaiki diri dalam berkomunikasi, yang akan saya lakukan untuk memberi tahu kelemahan-kelemahan komunikasi yang dia miliki, lalu memberi pengertian dan pemahaman komunikasi seperti apa yang harus dia lakukan dan yang terpenting adalah membantu dia melatih keterampilan komunikasi yang baik dan memberikan umpan balik atas upaya yang telah dia lakukan agar dia dapat selalu mengontrol dan instropeksi diri dalam hal komunikasinya.


 

Tugas Kelompok

KETIADAAN KOMUNIKASI NONVERBAL

Latihan ini akan membantu Anda untuk melihat nilai komunikasi nonverbal pada hubungan antar personal.

1.    Kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok berpasangan (Kelompok A dan Kelompok B).

2.    Kelompok A memilih satu topic dari daftar berikut:

a.    Menjadi manajer di Timur Tengah sangat berbeda dari menjadi manajer di Amerika Utara.

b.    Tingkat perputaran karyawan dalam sebuah organisasi bisa bersifat fungsional.

c.    Sedikit konflik dalam sebuah organisasi adalah baik.

d.    Pembocor rahasia lebih banyak merugikan daripada menguntungkan organisasi.

e.    Pengusaha bertanggung jawab memberikan pekerjaan yang menarik dan menantang kepada setiap karyawan.

f.    Setiap orang harus mendaftar untuk memberikan suara.

g.    Organisasi-organisasi harus mendorong semua karyawannya untuk menjalani tes narkoba secara teratur.

h.    Mereka yang kuliah di jurusan bisnis atau ekonomi akan menjad karyawan yang lebih baik daripada mereka yang kuliah di jurusan sejarah atau bahasa inggris.

i.    Tempat anda mendapatkan gelar sarjana Anda lebih penting dalam menentukan keberhasilan karir anda daripada apa yang Anda pelajari ketika Anda berada disana.

j.    Tidak etis bagi seorang manajer untuk secara sengaja mendistorsi komunikasi guna mendapatkan hasil yang menguntungkan.

3.    Kelompok B memilih satu posisi tertentu terhadap topic ini (sebagai contoh, menentang pandangan bahwa "sedikit konflik dalam sebuah organisasi adalah baik"). Kelompok A secara otomatis mengambil posisi yang berlawanan.

4.    Kedua kelompok memiliki waktu 10 menit untuk mempertahankan posisi mereka mengenai topic yang ditentukan. Intinya adalah mereka hanya boleh berkomunikasi secara verbal. Mereka tidak diperbolehkan menggunakan gerak isyarat, mimic wajah, gerakan tubuh, atau komunikasi nonverbal lainnya. Akan lebih baik bagi setiap kelompok untuk mengikat tangan mereka selama debat untuk mengingatkan mereka akan hal yang tak boleh mereka lakukan dan untuk menunjukan wajah yang tanpa ekspresi.

5.    Setelah perdebatan selesai, bentuklah kelompok-kelompok yang terdiri atas enam hingga delapan orang dan diskusikan hal-hal berikut selam 15 menit:

a.    Seberapa efektifkah komunikasi selama perdebatan tersebut?

b.    Hambatan terhadap komunikasi apa saja yag ada?

c.    Apakah tujuan dari komunikasi nonverbal?

d.    Hubungkanlah pelajaran yang didapat dari latihan ini pada masalah-masalah yang mungkin timbul ketika berkomunikasi melalui telepon atau e-mail.


 

JAWABAN TUGAS KELOMPOK :

    Seberapa efektif komunikasi selama perdebatan tersebut?

Jawab: kurang efektif, karena komunikasi yang terjadi dalam perdebatan tersebut terkesan datar. Sehingga peluang terjadinya kesalahpahaman komunikasi cenderung lebih besar terjadi. Karena intonasi mengubah makna suatu pesan. Mimic juga menyampaikan arti. Wajah yang meggeram mengatakan sesuatu yang lain dari wajah yang menyungging senyum. Mimic wajah dengan intonasi menunjukkan arogansi, keagresifan, rasa takut, malu, dan karakteristik lainnya. Bahasa tubuh pun memberi bobot tambahan dan seringkali memperumit komunikasi verbal. Tetapi bila terhubung dengan bahasa yang diucapkan, hal ini memberikan arti yang lebih penuh pada pesan si pengirim.

    Hambatan terhadap komunikasi apa saja yang ada?

Jawab: terjadinya persepsi selektif yang negative. Persepsi selektif muncul ketika penerima informasi dari komunikasi memproyeksikan kepentingan dan harapan mereka ke dalam komunikasi. Ketika suatu komunikasi tidak diimbangi dengan mimic ataupun intonasi yang tepat, maka si penerima informasi akan menanggapi informasi tersebut dengan salah.

    Apakah tujuan dari komunikasi non verbal?

Jawab: sebagai pelengkap dalam komunikasi yang meliputi gerakan tubuh, mimic wajah, intonasi, jarak fisik, dan lainnya. Karena bahasa tubuh memiliki dua hal terpenting dalam penyampaiannya yaitu (1) sejauh mana individu menyukai orang lain dan tertarik pada pandangannya, (2) status relative yang dirasakan antara pengirim dan penerima. Bahasa tubuh pun memberi bobot tambahan dan seringkali memperumit komunikasi verbal. Tetapi bila terhubung dengan bahasa yang diucapkan, hal ini memberikan arti yang lebih penuh pada pesan si pengirim.

    Hubungkanlah pelajaran yang didapat dari latihan ini pada masalah yang mungkin timbul ketika berkomunikasi melalui telepon atau e-mail!

Jawab: komunikasi non verbal pun sangat penting diterapkan bukan hanya saat berkomunkasi secara langsung (face to face), tetapi juga ketika pembicaraan yang terjadi secara tidak langsung. Contohnya saat orang melakukan komunikasi dengan menggunakan media telepon. Selain kelancaran berbicara verbal, kelancaran dalam non verbal pun sangat diperlukan. Kita bisa menunjukkan ekspresi kita saat senang, marah, atau sedih ketika orang lain menyampaikan pesan kepada kita dengan melibatkan intonasi dalam komunikasi kita dalam telepon. Sedangkan komunikasi melalui e-mail pun ternyata penting pula untuk selalu menggunakan komunikasi non verbal. Dalam e-mail kita mengenal apa yang disebut smiley, yaitu icon-icon yang mewakili perasaan kita ketika berkomunikasi dengan orang lain. Contoh smiley yang menunjukkan senang , atau smiley yang menunjukkan sedih , dan lainnya.


 

BAB IV

KESIMPULAN

Jadi kita sebagai mahasiswa harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, Karena dengan komunikasi yang baik kita dapat meminimalkan distorsi yang terjadi dalam komunikasi. Dengan begitu, semakin besar kemungkinan bahwa tujuan, umpan balik, dan pesan-pesan manajemen lainnya akan diterima sebagaimana yang kita maksud. Dalam berkomunikasi penggunaan saluran-saluran komunikasi vertical, lateral, dan informal yang ekstensif akan meningkatkan aliran komunikasi, mengurangi ketidak pastian, serta memperbaiki kinerja dan kepuasan kelompok. Kita juga dapat mengasumsikan bahwa ketidaksesuaian antara komunikasi verbal dan nonverbal akan meningkatkan ketidakpastian dan menurunkan kepuasan.

Kami juga melihat bahwa proses komunikasi mewakili suatu pertukaran pesan, apapun yang diharapkan si pengirim dalam pesannya tersebut, pesan yang dibaca sandinya dalam pikiran penerima mewakili realitasnnya sendiri. "Realitas" inilah yang menentukan kinerja, bersama dengan tingkat motivasi dan tingkat kepuasan individu yang bersangkutan. Isu motivasi sangatlah penting, sehingga kita mesti secara singkat meninjau bagaimana komunikasi memiliki peran sentral dalam menentukan tingkat motivasi seseorang.


 


 


 


 


 


 


 


 

DAFTAR PUSTAKA


 

Stephen P. Robbins, Thimothy A. Judge, Perilaku Organisasi (organizational Behavior) buku 2, Pearson Education, Salemba Empat , 2004

Jack Canfield, The Succes Principles, PT. GRAMEDIA, 2008

2 komentar:

makasih banget informasinya !

 

Poskan Komentar